STIT Al Hikmah Benda bekerja sama dengan AKBID KH. Putra Al Hikmah 1 Benda menyelenggarakan Workshop Nasional bertema “Kesehatan Mental di Era Digitalisasi: Tinjauan Psikologis dan Spiritual”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Meeting Room Hotel Grand Dian, Bumiayu.
Workshop nasional ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian institusi pendidikan tinggi terhadap isu kesehatan mental yang semakin relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi. Transformasi digital yang terjadi di berbagai aspek kehidupan dinilai membawa dampak positif sekaligus tantangan serius bagi kesehatan psikologis dan spiritual, khususnya bagi generasi muda dan civitas akademika.
Kegiatan ini menghadirkan Petty Juniarty, S.Psi., M.Psi. sebagai narasumber utama yang menyampaikan materi secara komprehensif mengenai dinamika kesehatan mental di era digital. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya kesadaran diri, pengelolaan emosi, serta keseimbangan antara penggunaan teknologi dan penguatan nilai-nilai spiritual sebagai upaya menjaga kesehatan mental yang berkelanjutan.
Workshop dipandu oleh Dr. Imam Subhi, M.Pd.I. selaku moderator, yang mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif dan akademis. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, peserta diajak untuk memahami berbagai fenomena psikologis akibat digitalisasi serta solusi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini juga dihadiri Anggota DPR RI, Dr. H. Abdul Fikri Faqih, M.M., yang turut memberikan dukungan dan apresiasi atas terselenggaranya workshop nasional tersebut. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif terhadap isu kesehatan mental, terutama di era digital yang terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, STIT Al Hikmah Benda berharap dapat memperluas wawasan keilmuan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, serta mendorong terbentuknya generasi yang sehat secara psikologis, kuat secara spiritual, dan bijak dalam menghadapi tantangan digitalisasi.
